4 Kepercayaan Orang Tua Jawa bagi Anak Wanitanya

Tidak boleh didahului menikah oleh adiknya

SemuaAdaDisini.com – Beberapa orang tua yang berasal dari Jawa, biasanya sangat memperhatikan adat istiadat yang dibawa oleh nenek moyang mereka dan mengajarkannya pada generasi keturunannya. Banyak sekali mitos dan kepercayaan yang apabila dilanggar akan mendatangkan suatu kesialan bagi pelakunya.

Sebagian besar kepercayaan yang dianut oleh orang tua di Jawa lebih memiliki imbas atau dampak bagi anak wanita. Hal ini dimaksudkan untuk melindungi kaum wanita Jawa dari hal-hal yang tidak diinginkan. Berikut ini ada 4 kepercayaan yang dijaga teguh oleh orang tua di Jawa terhadap anak perempuannya.

1. Dilarang duduk di depan pintu

Orang tua di Jawa selalu menyingkirkan anak perempuannya yang sedang duduk di depan pintu. Kepercayaan yang mereka yakini adalah ketika anak perempuan sering duduk di depan pintu, dia akan menjadi perawan tua. Wanita yang duduk di depan pintu dipercaya akan jauh jodohnya atau kesulitan dalam bertemu dengan jodohnya. Padahal, bila kita teliti dengan baik, jika seorang duduk di depan pintu, maka dia akan menghalangi orang yang ingin lewat di depan pintu tersebut. Akibatnya orang-orang tidak dapat keluar dan masuk pintu tersebut dengan leluasa.

2. Dilarang berganti piring saat makan

Satu lagi larangan yang ditujukan pada para wanita di Jawa adalah berganti piring saat makan. Larangan ini sifatnya keras, karena orang tua di Jawa beranggapan ketika wanita berganti-ganti piring ketika makan, ditakutkan dia tidak akan setia dengan suaminya, sehingga akan sering gonta ganti suami sesering dia mengganti piringnya saat makan.

Sebenarnya, jika kepercayaan ini dikaji secara seksama, berganti-ganti piring ketika makan dapat membuat piring yang kotor semakin banyak sehingga akan semakin banyak pula piring yang harus dicuci. Untuk menghemat penggunaan piring, maka ketika makan tidak boleh berganti-ganti piring sesuka hati.

3. Tidak boleh didahului menikah oleh adiknya

Biasanya, urutan menikah dilakukan dari anak yang paling tua hingga anak yang paling muda. Namun kita juga tidak pernah mengetahui kapan jodoh akan datang pada kita. Dalam kepercayaan Jawa, mendahului kakak yang menikah biasanya dibolehkan hanya jika yang didahului tersebut kakak laki-laki. Itu juga menggunakan syarat berupa uang pelangkah, yang bisa diberikan dalam bentuk barang atau uang dengan jumlah tertentu tergantung permintaan kakak yang didahului.

Untuk adik yang ingin mendahului kakak perempuan, biasanya tidak diperbolehkan oleh orang tua di Jawa, alasannya kakak perempuan yang didahului menikah oleh adik-adiknya akan jauh jodoh atau akan kesulitan mendapatkan jodoh.

Padahal ketika kita pertimbangkan masak-masak, mendahului kakak perempuan untuk menikah bisa membuat kakak perempuan kita bersedih hati. Bisa jadi nantinya kakak perempuan memiliki pikiran yang tidak-tidak seperti beranggapan bahwa dirinya tidak cantik, tidak menarik sehigga tidak laku. Itulah yang membuatnya susah mendapatkan jodoh. Jadi, bukan karena didahului menikah lalu jauh jodoh, tapi karena pemikirannya yang mengarah ke pikiran yang negatif.

4. Harus menggunakan kemben atau penutup dada setiap mandi ketika tengah memberikan ASI

Kewajiban memakai kemben biasanya berkaitan dengan adanya makhluk halus. Jika bayi yang hendak diberikan ASI menolak dan menangis meronta-ronta, ini bisa jadi, sebelum diminumkan pada anaknya, ASI si Ibu sudah terlebih dulu diminum oleh makhluk halus. Hal ini dikarenakan, ketika si Ibu sedang mandi, dia lupa menutup dadanya dengan kemben atau kain penutup dada yang lainnya sehingga menurut kepercayaan orang tua di Jawa ASInya diminum oleh makhluk halus. Padahal jika dinalar, bayi yang tidak mau minum ASI memiliki beberapa alasan. Misalnya saja, bayi belum merasa lapar sehingga belum merasa ingin makan atau minum ASI.

Silahkan copy paste artikel ini namun cantumkan link sumber SemuaAdaDisini.com thanks!!