5 Jenis Kalajengking Paling Berbahaya Di Dunia

SemuaAdaDisini.com – 5 Jenis Kalajengking Paling Berbahaya Di Dunia. Berhati-hatilah setelah hujan usai, bukan hujannya yang berbahaya, tetapi hewan yang biasa muncul setelah hujan usai ini sangatlah berbahaya, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Bersyukur untuk di negeri kita, jenis yang menyebabkan kematian tidak ditemukan meskipun juga masih tergolong berbahaya. Bukan ular, Lalu apa?Inilah dia Kalajengking, atau yang dikenal Scorpion bagi warga di Inggris dan Amerika Serikat.

Nah, sebaiknya kalian mengetahui dan mengenali 5 Jenis Kalajengking Paling Berbahaya Di Dunia berikut ini.

1. Death stalker, Leiurus quinquestriatus

Kalajengking paling berbahaya 01

 

Type  : Terrestrial, Opportunistic Burrower, Origin : Timur Tengah dan Afrika Utara, Size  : 10-13 cm, Temperamen: agresive

Deathstalker dikenal sebagai spesies yang memiliki racun paling mematikan. Racunnya adalah campuran dari berbagai racun neurotoxin yang sangat kuat dan dapat menyebabkan rasa sakit yang sangat tidak tertahankan, kemudian demam, diikuti dengan koma, kejang-kejang, kelumpuhan dan kematian.

Untungnya, untuk manusia dewasa yang sehat, walaupun menyakitkan, tapi tidak dapat membunuh. Anak kecil, orang tua dan individu yang lemah (misalnya jantung lemah) berada pada kelompok beresiko tinggi akan kematian bila tersengat kalajengking ini.

2. Arabian Fat-tailed scorpion, Androctonus crassicauda

Kalajengking paling berbahaya 02

 

Type : Terrestrial dessert, Origin : Timur Tengah dan Afrika Utara, Size : sekitar 10 cm, Temperamen: kaga terlalu agresive.

Fat-tailed scorpion atau Androctonus merupakan salah satu spesies kalajengking paling beracun di dunia. Namanya saja Androctonus yang berarti man-killer.

Diantara seluruh spesies Androctonus mungkin yang paling bahaya adalah Arabian Fat-tailed Scorpion ini. Racun yang dia miliki bisa menyaingi racun Deathstalker dengan tingkat neurotoxin yang tinggi.

Spesies ini bertanggung jawab atas kematian beberapa orang tiap tahunnya. Sampai saat ini masih menjadi perdebatan siapakah kalajengking paling mematikan, apakah Deathstalker atau Arabian Fat-tailed.

3. Yellow Fat-tailed scorpion, Androctonus australis

Kalajengking paling berbahaya 03

 

Type : Terrestrial, Origin : Timur Tengah, Afrika Utara, India, Size : lebih dari 9 cm, Temperamen: kadang agresive kadang calm.

Sesuai dengan jenisnya yaitu jenis Androctonus, yellow fat-tailed merupakan jenis yang sangat mematikan, walaupun racun nya tidak sekuat Deathstalker ataupun Arabian fat-tailed.

Racun yellow fat-tailed bisa membunuh seseorang dalam waktu 2 jam apabila tidak segera diberi serumnya ( tidak berpengaruh terhadap orang dewasa yang sehat ). Mendapatkan serumnya juga tidak gampang, bahkan di AS saja dalam mendapatkan serumnya masih sangat sulit.

4. Black Spitting Thicktail Scorpion, Parabuthus transvaalicus

Kalajengking paling berbahaya 04

 

Type : Opportunistic Burrower, Origin : Afrika, Size : sekitar 12 cm, Temperamen : cukup agresive.

Julukan Black Spitting Thicktail Scorpion disematkan pada kalajengking yang satu ini dikarenakan mereka bisa menyemburkan racun mereka seperti halnya kobra.

Racun yang mereka semburkan dapat mencapai jarak 1 meter dan apabila terkena mata dapat menyebabkan rasa yang sangat perih dan kebutaan sementara, namun kebutaan ini bisa jadi permanen jika racun tidak segera dibersihkan.

Kemampuannya inilah yang membuat ia dianggap sebagai spesies yang cukup berbahaya, namun kadar racunnya tidak tergolong mematikan. Walapun begitu racun yang dimiliki kalajengking jenis ini berbahaya untuk anak-anak dan orang yang alergi terhadap racun jenis ini.

5. Striped bark scorpion, Centruroides vittatus

Kalajengking paling berbahaya 05

 

Type : Opportunistic Burrower, Origin: Amerika Utara, Size: 5-7 cm, Temperamen: tidak agresive.

Seperti banyak kalajengking lainnya, jenis ini juga gampang ditemukan disekitar habitatnya. Namun karena kedekatannya dengan manusia, jenis ini ( walaupun tidak agresive ) cukup sering merugikan manusia.

Sengatannya sangatlah menyakitkan. Untuk beberapa orang dapat terjadi selama 15-20 menit dan tidak jarang hingga 2-3 hari.Namun jenis ini jarang sekali hingga menyebabkan kematian, beberapa laporan menyebutkan bahwa jenis ini bertanggung jawab atas kematian beberapa orang saja.

sumber

Silahkan copy paste artikel ini namun cantumkan link sumber SemuaAdaDisini.com thanks!!