Ajang Pencarian Jodoh Dari Aroma Tubuh si Pria

pesta feromon

SemuaAdaDisini.comPesta Feromon namanya. Pesta ini sangatlah unik. Bagaimana tidak, pesta ini merupakan ajang pesta yang paling ditunggu-tunggu oleh mereka yang masih lajang. Pasalnya di pesta Feromon ini mereka yang masih melajang akan mendapatkan pasangan. Tak heran jika pesta Feromon ini dikenal dengan nama pesta khusus untuk para jomblo. Mereka yang hadir di pesta ini memiliki kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang baru. Bisa saja salah satu orang baru yang baru saja ditemui menjadi pasangannya kelak. Namun ada yang unik dari ajang pencarian jodoh ini. Jika ajang-ajang pencarian jodoh lainnya mengandalkan penampilan yang menarik, tidak dengan ajang pencarian jodoh yang satu ini. Ajang pencarian jodoh ini mengandalkan indra penciuman dan pesta feromon-nya.

Dilansir dari oddicitycentral.com, mereka yang berstatus jomblo di pesta ini akan memberikan kesempatan pada lawan jenisnya untuk menjadikan mereka pasanganya. Namun caranya yaitu dengan mencocokan aroma tubuh atau istilah lainnya adalah  feromon-nya. Jadi  mereka yang hadir di ajang perjodohan ini akan diberi kantong-kantong plastik yang berisikan pakaian yang sudah dipakai oleh calon pasangan mereka. Sebelumnya kaos-kaos yang akan dimasukan ke dalam kantong plastik wajib dipakai oleh pemilik kaos selama 3 hari tanpa memakai deodorant dan parfum. Setelah itu kaos tersebut dimasukan ke dalam kantong plastik dan wajib dibawa saat akan menghadiri pesta Feromon.

Masing-masing kelompok, perempuan dan laki-laki, akan diberi label yang berbeda pada kantong plastiknya. Kelompok peserta pesta perempuan diberi label warna merah muda , sedang peserta pest laki-laki diberi label warna biru.  Saat pesta sedang berlangsung, masing-masing kelompok kemudian akan memilih satu kantong plastik dari kelompok lawan jenisnya secara acak. Kantong plastik yang dipilih haruslah kantong plastik yang berisi pakaian dengan aroma tubuh yang dianggap cocok. Lalu peserta wajib memfoto dirinya dengan menunjukan kantong plastik yang dipegangnya. Kantong plastik tentunya sudah diberi nomor agar mudah untuk bertemu dengan calon pasangannya.

Pesta Feromon ini pertama kali muncul di Amerika Serikat atas ide dari sebuah eksperimen yang dilakukan oleh seorang ilmuwan dari Swiss, Claus Wedekind.  Eksperimen ini dilakukan sekitar tahun 1955 lalu. Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa  reaksi kimia merupakan suatu hal yang sangat dasar yang memicu perilaku manusia dan hewan. Hingga sekarang pesta Feromon ini masih  terus diselenggarakan tidak hanya di Amerika Serikat saja, melainkan juga di beberapa negara seperti negara-negara di Eropa. Seseorang yang berminat menjadi peserta pesta ini wajib membayar  tiket pesta sebesar 25 dollar US. Bagaimana, anda para jomblo, apakah tertarik? Jika iya, sepertinya anda harus hijrah terlebih dahulu ke Amerika Serikat atau negara-negara lain yang rutin mengadakan pesta Feromon ini.

Silahkan copy paste artikel ini namun cantumkan link sumber SemuaAdaDisini.com thanks!!