Shalat Istikharah – Media Minta Petunjuk Di Tengah Kebingungan

shalat istikharahSemuaAdaDisini.com – Dalam menapaki hidup didunia ini, sudah bukan mustahil manusia kerap dihadang beberapa persoalan pelik, sehingga membuat kita harus berhati-hati menentukan pilihan atau mengambil keputusan. Dari beberapa pilihan sulit itu, berupa soal jodoh, pekerjaan dan bahkan sampai memilih seorang pemimpin. Tak dapat disangkal, kalau dari pilihan yang diambil pasti mengandung resiko. Karena itu, beruntunglah manusia yang memilih dengan pilihan tepat, sehingga membawa kea rah kebaikan.

Tetapi, bagaimana kalau seseorang terperosok dalam pilihan yang salah? Sudah tentu dia akan merugi. Sebab pilihan yang buruk berakibat kerugian. Karena itu agar manusia tidak menyesal di kemudian hari atas pilihan atau keputusan yang diambil. Nabi saw . menganjurkan untuk melaksanakan shalat isthikarah.

Shalat isthikarah adalah sunnat 2 (dua) raka’at yang dilakukan ketika seseorang ragu dalam memilih dua perkara atau lebih. Juga, ketika seseorang menghadapi permasalahan penting dalam memilih suatu keputusan yang berdampak besar. Dengan shalat itu, seseorang dianjurkan agar meminta petunjuk atau bimbingan Allah supaya keputusan yang diambil nantinya tidak salah.

Perkataan isthikarah sendiri, berakar dari kata khair (baik) atau khiyarah (terbaik). Disini , isthikharah berari thalab al-khiyarah min Allah, yaitu usaha untuk mendapat sesuatu yang terbaik dengan cara memohon prtunjuk kepada Allah lewat shalat. Tidak salah bila isthikarah itu bersifat spiritual, yakni usaha yang sepenuhnya bersifat rohaniah.

Dalam soal istikharah ini, Nabi bersabda, “ Apabila salah seorang diantara kalian berniat melakukan suatu urusan, hendaklah dia shalat dua raka’at yang bukan fardhu kemudian hendaklah dia berdoa : Allahumma…. (HR. Bukhari). Berdasarkan hadits itu, Imam An-Nawawi berpendapat kalau “isthikarah di sunnahkan di segala kondisi”. Pendapat senada juga dikemukakan Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari.

Tetapi berdasar petunjuk nabi, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bhukari, bahwa isthikarah dilakukan dengan shalat sunnah dua rakaat di malam hari. Selesai shalat, orang yang bersangkutan disuruh membaca doa isthikarah yang pada intinya berisi permohonan kepada Allah swt, agar ia diberikan sesuatu yang terbaik untuk kepentingan jangka pendek (dunia) maupun jangka panjang (akhirat).

Berdasarkan hadits itu pula, seorang muslim  menurut Imam Syaukani, tidak boleh meremehkan suatu perkara dan mengabaikan isthikarah. Kenapa ? Sebab, seringkali terjadi kasus kecil yang diremehkan, namun ketika diambil atau ditinggalkan, justru menimbulkan bahaya besar di belakang hari.

Shalat Isthikarah sangat penting untuk dilakukan karena pilihan manusia acap kali subyektif, partikularistik, da terkadang tidak lepas dari dorongan nafsu. Akibatnya, pilihan manusia seringkali mengecewakan. Dapat dipahami jika manusia kadang membenci suatu yang baik dan sebaliknya mencintai sesuatu yang buruk. Dalam hal ini, Allah swt. Berfirman “ boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui. “ (QS. Al-Baqarah : 216)

Sebagai petunjuk dari Allah, pilihan melalui isthikarah akan memberikan keyakinan yang amat kuat.  Tak salah, jika jawaban dari isthikarah yang dilakukan seseorang kadang bisa munculnya suatu keyakinan yang mantap dalam diri yang memotivasi diri untuk mengambil keputusan dari permasalahan yang tengah di hadapi.

Bisa jadi, jawaban dari isthikarah juga bisa muncul lewat suatu mimpi. Perlu diketahui bahwa mimpi itu ada 3 macam. Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim telah disebutkan bahwa jenis  mimpi yang pertama adalah mimpi baik, yaitu suatu kabar yang menyenangkan dari Allah. Kedua, mimpi yang menakutkan atau menyedihkan yang datangnya dari setan. Dan ketiga, mimpi yang timbul karena ilusi angan-angan atau khayalan manusia belaka.

Meski demikian, Jawaban Allah adalah hak Allah. Oleh karena itu, yang perlu dicatat disini adalah bahwa seseorang melaksanakan shalat istikharah, semata-mata menyerahkan urusan yang akan dipilih itu pada Allah semata. Sebab, jika pilihan itu pilihan yang terbaik, maka Allah akan memudahkannya bagi orang itu dan akan memberkahinya. Tetapi jika hal tersebut adalah sebaliknya maka Allah akan memalingkannya dan memudahkan orang itu kepada kebaikan dengan izin-Nya.

Untuk itu, shalat isthikarah harus dilakukan dengan niat ikhlas mengharapkan keridhaan Allah dan dilakukan dalam rangka mendekatkan diri pada Allah.

Sebab, kalau shalat isthikarah yang dilakukan sepenuhnya hanya untuk Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya, niscaya Allah akan memberikan bimbingan dan petunjuk bagi seorang hamba yang berserah diri sepenuhnya. Tak salah, jika shalat isthikarah menjadi media memnta petunjuk bagi seseorang saat ia dihadapkan pada kebimbangan.

Sumber : Hidayah

Silahkan copy paste artikel ini namun cantumkan link sumber SemuaAdaDisini.com thanks!!