Video Badai Tornado Raksasa di Danau Sumatera Barat

badai tornado

SemuaAdaDisini.com – Sebuah video yang direkam oleh Anggia Nila Permata membuat heboh. Dia menampilkan sebuah fenomena alam di Danau Dibawah, Solok, Sumatera Barat, yang jarang terlihat di Indonesia. Bentuknya seperti tornado.

Video berdurasi 1 menit 53 detik itu diposting pada 21 Juli 2015 lalu. Anggia hanya menulis keterangan: fenomena danau dibawah. Sekadar informasi, nama danau tersebut memang ‘dibawah’ karena ada satu lagi danau yang bersebelahan dengan nama danau ‘diatas’. Keduanya berdekatan.

Dari video, terlihat pusaran angin yang berputar dan menyambung hingga ke awan. Angin itu tampak bergerak ke sana kemari, namun tidak terlalu jauh jaraknya.

Video sepertinya diambil dari jalan raya yang berada di dekat danau. Tak terlihat kepanikan di sekitar lokasi. Efeknya pun tidak seperti tornado yang meluluhlantakkan satu kawasan.

Seperti yang dikutip dari detik.com, Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat, Pagar Negara saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, ada beberapa bangunan yang rusak akibat diterpa angin.

“Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Ini disebut kisaran angin,” kata Pagar. Menurutnya, ada beberapa bangunan yang rusak akibat diterpa angin.

BMKG menyatakan fenomena angin berputar di danau ini disebut sebagai waterspout.

“Ini biasa disebut sebagai waterspout. Kejadiannya seperti angin puting beliung yang terjadi di darat. Namun waterspout ini terjadinya di air,” kata Kepala Sub bidang Cuaca Ekstrem BMKG Kukuh Ribudianto.

Kukuh menyatakan, angin berputar ini terjadi disebabkan adanya turbulensi pada awan Cumulonimbus yang ada di atas danau tersebut. “Bedanya kalau puting beliung di darat ujungnya berbentuk runcing, sedangkan yang di air ini lebih lebar,” katanya.

Kukuh menyatakan, fenomena Waterspout ini kerap terjadi di belahan dunia lainnya, misalnya saja di Amerika Serikat. Fenomena Waterspout di Amerika Serikat biasanya berlangsung lebih lama dan ukurannya lebih besar kalau dibandingkan dengan yang ada di Indonesia.

“Kalau di ekuator biasanya tak terlalu lama dan besar Waterspout-nya. Kalau di lintang yang lebih tinggi biasanya kondisinya lebih besar anginnya,” katanya.

Komentar Yuk Disini

comments

Silahkan copy paste artikel ini namun cantumkan link sumber SemuaAdaDisini.com thanks!!